11/09/2008

Tatap Mataku Dua Menit Saja


Gadis mungil itu menatapku, matanya gemerlap seperti permata. Dunia dikemudikannya dalam keceriaan. Sesekali tawanya memecah, lalu kembali sepi kecuali desah dedaunan dihembus angin.
“Mas, kau tahu apa yang paling kuharapkan dalam hidup ini.” Tanyanya.

Islam Terpantik di Rumah Gadang: Mengurai Jejak Pembaruan dan Kebangkitan Pemikiran di Nusantara

  Rumah Gadang bukan sekadar simbol arsitektur dan keagungan adat Minangkabau. Di balik tiang-tiang kayunya yang kokoh dan atapnya yang menj...