11/09/2008

Tatap Mataku Dua Menit Saja


Gadis mungil itu menatapku, matanya gemerlap seperti permata. Dunia dikemudikannya dalam keceriaan. Sesekali tawanya memecah, lalu kembali sepi kecuali desah dedaunan dihembus angin.
“Mas, kau tahu apa yang paling kuharapkan dalam hidup ini.” Tanyanya.

Pseudo-History dan Kebanggaan Primordial: Antara Identitas dan Distorsi Sejarah

  Pseudo-History dan Kebanggaan Primordial: Antara Identitas dan Distorsi Sejarah Di era media sosial, narasi tentang masa lalu tidak lagi ...