Khutbah Pertama
الحمدُ للهِ ربِّ العالمين، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه،
ونعوذُ باللهِ من شرورِ أنفسِنا ومن سيئاتِ أعمالِنا، من يهدهِ اللهُ فلا مُضلَّ له
ومن يُضلل فلا هاديَ له.
أشهدُ أن لا إلهَ إلا اللهُ وحده لا شريكَ له، وأشهدُ
أن محمدًا عبدُه ورسولُه، اللهم صلِّ وسلِّم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبِه
أجمعين.
أما بعد، فيا أيها المسلمون، اتقوا اللهَ حقَّ تُقاته،
ولا تموتُنَّ إلا وأنتم مسلمون.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah menetapkan peredaran waktu sebagai tanda
kekuasaan-Nya. Pergantian hari, bulan, dan tahun bukan sekadar fenomena alam,
tetapi sarana muhasabah agar manusia kembali menata ketaatan.
Allah berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ
يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
(QS. At-Taubah: 36)
Ayat ini menegaskan bahwa waktu berada dalam ketetapan Allah. Maka setiap
bergulirnya tahun hendaknya menjadi momentum evaluasi amaliyah, bukan sekadar
pergantian angka.
Di momen tahun baru masehi ini, umat Islam patut melakukan muhasabah:
sejauh mana ketaatan kita kepada Allah, sejauh mana amanah kekhalifahan kita di
bumi dijalankan.
Kondisi bangsa dan negeri kita hari ini, dengan berbagai keterpurukan
serta bencana yang menimpa sebagian saudara-saudara kita, mengingatkan kita
pada firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
(QS. Ar-Ra‘d: 11)
Para mufasir seperti Imam Ath-Thabari dan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa
perubahan kondisi suatu kaum—baik menuju kebaikan maupun kebinasaan—sangat
bergantung pada perilaku mereka sendiri. Allah tidak menimpakan musibah kecuali
karena sebab yang dilakukan manusia, baik secara individu maupun kolektif.
Allah juga berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
(QS. Ar-Rum: 41)
Kerusakan di darat dan laut adalah akibat ulah manusia: keserakahan,
ketamakan, dan kesombongan yang mengabaikan amanah Allah.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Sejak awal penciptaan, manusia telah ditetapkan sebagai khalifah di bumi:
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
(QS. Al-Baqarah: 30)
Namun malaikat mengkhawatirkan manusia akan berbuat kerusakan dan
menumpahkan darah. Kekhawatiran itu terbukti ketika manusia menyalahgunakan
amanah kekhalifahan, termasuk dalam merusak lingkungan dan ekosistem.
Padahal Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan agung tentang pengelolaan
bumi yang bijak.
Beliau bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ
طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan Rasulullah ﷺ menegaskan:
إِذَا قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَلْيَغْرِسْهَا
(HR. Ahmad)
Ini adalah syariat ekologis dalam Islam: menjaga pepohonan, sumber air,
tanah, dan seluruh ekosistem sebagai bagian dari ibadah dan keimanan.
Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa setiap bentuk kerusakan yang
menghilangkan maslahat makhluk adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah
Allah. Sementara Ibnu ‘Asyur dalam Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir menekankan
bahwa maqashid syariah mencakup penjagaan alam karena menjadi penopang
kehidupan manusia.
Khutbah Kedua
الحمدُ للهِ حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحبُّ ربُّنا ويرضى.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita jadikan pergantian waktu ini sebagai momentum taubat, perbaikan
diri, dan perbaikan sosial-ekologis. Menjaga lingkungan bukan isu sekuler,
tetapi bagian dari iman dan amanah kekhalifahan.
Perbanyak istighfar, perbaiki akhlak, hentikan perusakan alam, dan
tumbuhkan kesadaran kolektif untuk merawat bumi sebagai titipan Allah bagi
generasi mendatang.
Doa
اللهم اغفر لنا ذنوبنا، وإسرافنا في أمرنا، وثبّت أقدامنا.
اللهم أصلح أحوال بلادنا، وارفع عنها البلاء والفتن، واحفظ إخواننا المتضررين
من الكوارث، واربط على قلوبهم، وعوّضهم خيرًا.
اللهم اجعلنا عبادًا صالحين، وخلفاء أمناء في أرضك، نحفظ بيئتنا، ونرعى نعمك،
ونسير على هدي نبيك ﷺ.
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ
عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا.
عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ
وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ
(QS. An-Nahl: 90)
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكرُ الله أكبر.
والله أعلم بالصواب
No comments:
Post a Comment