Palestine headline news, Israel meminta perjanjian damai dengan pejuang Palestina bersyarat. Telaviv,14/14. Perang baru berlangsung 2 hari, isael kembali mengeluh berharap ada kata damai. Ketua persatuan Yahudi israel Simon Perez mengunkapkan bahwa Yahudi (Telaviv) siap berdamai dan akan patuh terhadap perjanjian yang akan di buat Antara kedua belah pihak yaitu Antara Yahudi dengan pejuang Palestina di Jalur Gaza. Ungkapan Perez tersebut di siarkan di Radio Yahudi dan juga di muat di media elektronik yahudi yang di rilis pada hari Jumat 14 Maret 2014, Gaza meninginkan damai maka begitu pun kami menerima perdamaian,tegas Perez. Adapun kalimat ancaman yang dilontarkan oleh Perdana Mentri israel dalam jumpa pers kemarin bahwa militer israel akan membalas roket dari Gaza dengan balasan yang sangat kuat/dahsyat, itu hanyalah sikap tegas yang di tunjukkan oleh PM israel karena PM israel juga harus menjamin keamanan bagi upacara warga yahudi yang sedang menagadakan liburan Purim(liburan khusus yang di adakan oleh pihak yahudi). Bersambung..
Berbagai informasi mengenai dunia IT, dunia duni Islam dan informasi bisnis berbagai macam produk.
3/14/2014
11/09/2013
Heroisme dalam Perang Sabil Ambarawa
MUJAHIDIN NUSANTARA
Heroisme dalam Perang Sabil Ambarawa
Sejarah yang kita kenal sekarang dengan sebutan Palagan Ambarawa, pada awalnya dikenal dengan sebutan Perang Sabil Ambarawa. Sebutan ini didasarkan pada sejarah bahwa para pelaku sejarah yang berjihad di Ambarawa adalah para Mujahidin yang dikomando para Kyai-kyai dan santri-santrinya dari berbagai wilayah terutama Jawa Barat, Jawa Tengan dan Yogyakarta.
Peperangan ini terjadi pada tanggal 10 Muharram 1365H/14 Desember 1945. Pertempuran ini dimotori oleh pasukan Hisbullah yang dipimpin oleh Kyai Moechlis dari Cilacap. Pertempuran ini dimenangkan dengan gemilah para para Mujahidin. Waktu pertempuran 10 Muharram mengingatkan kita pada kemenangan Nabi Musa AS atas bala tentara Fir'aun yang ditenggelamkan oleh Allah di Laut Merah yang juga terjadi 10 Muharram, yang kita syukuri dengan Puasa Asyuro.
Perang Sabil Ambarawa didahului beberapa pertempuran diantaranya:
Diberitakan oleh kedaulatan rakyat, 1-12-1945, Sabtu Pahing, 26 Besar-Ehe 1876, bahwa peran Kyai dalam penyerbuan Kota Ambarawa antara lain :
“Hari ini 40 Kyai di Beringin dan sekitarnya turut melakukan penyerbuan di kota Ambarawa masing-masing kyai diikuti muridnya 15 atau 20 orang. Mereka bersenjata granat tangan, granat pembakar dinamit dan tidak lupa tombak bambu.”
Pertempuran awal di Biru Ambarawa diberitakan oleh Kedaulatan Rakyat, 5-12-1945, Rebo Legi, 30 Besar-Ehe 1876 :
Penyerangan umum dilakukan dari segala penjuru. Kini penyerbuan kita tersusun dari lima lapisan. Barisan Hizbullah yang ditempatkan berjuang di garis terdepan menyerukan Perang Sabil dalam penyerbuan. Dibarengi dengan seruan Takbir Allahu Akbar, sehingga si’ar Perang Sabil mendengung di angkasa. Penyerbuan pasukan kita yang menuju Banyubiru berhasil menjatuhkan benteng-benteng musuh di sana. Musuh melarikan diri ke jurusan Ambarawa.
Di Harian Kedaulatan Rakyat, 6-12-1945, Kamis Pahing, 1 Sura-Djimawal 1877 diberitakan :
Hari ini peringatan hari 1 Sura 1877/1365.
Sang merah putih berkibar di atas Benteng Willem I dengan didahului oleh Kyai Komar dari Beringin, penyerbuan habis-habisan dijalankan dengan keberanian luar biasa. Pasukan-pasukan inilah yang mengalahkan musuh di Banyubiru sehingga benteng Banyubiru yang bersejarah itu dapat kita rebut dari kekuasaan musuh.
Jatuhnya Ambarawa diberitakan sebagai berikut :
Hari Selasa tanggal 11-12 malam hari, markas gabungan kita telah mengambil kepastian untuk melakukan serangan penghabisan pada seluruh kedudukan musuh di kota Ambarawa.
Pasukan Haji Mukhlis dari Cilacap dengan 60 anggota laskarnya, malam itu juga mulai bergerak dari bukit Pasekan sebelah utara gereja besar. Pasukan ini terus mengadakan gerakan ke arah selatan. Hingga hari Jumat tanggal 14 jam 1 tengah malam pasukan ini masuk kota Ambarawa. Mengadakan gerakan teratur merebut tempat-tempat yang penting. Akhirnya setelah mengadakan serangan hebat, stasiun dapat direbut oleh pasukan pasukan ini. Dengan masuknya pasukan tersebut menduduki dua benteng pertahanan musuh yang terpenting, terbukalah semua kunci kota Ambarawa dari segala penjuru.
Dampak selanjutnya tentang hasil penyerbuan di atas:
Musuh mengundurkan diri dari Ambarawa keliatan sangat bergesa-gesa. Banyak alat-alat kelengkapan perang yang ditinggalkan. Pasukan Haji Mukhlis dapat merebut dua meriam dan berpuluh bedil.
Kedaulatan Rakyat, 19-12-1945, Rebo Kliwon, 14 Sura-Djimawal 1877, memberitakan peran aktif para Kyai dalam perebutan Benteng Djati Ngaleh Semarang dan Alastua, antara lain disebutkan :
Semarang terkepung dari tiga jurusan.
Kekejaman musuh tidak ada taranya
Kemarin tengah malam laskar pasukan kita yang menyerbu ke kota Semarang telah mengadakan serangan umum pada benteng pertahanan musuh di Jatingaleh dengan didahului oleh pasukan Kyai yang menjadi barisan penyerbu dari arah selatan. Dengan cepat musuh dapat dipukul mundur dan dengan ini pula benteng Jatingaleh kita duduki seluruhnya.
Dari rangkaian peristiwa sejarah itu dapat kita simpulkan bahwa Mujahidin selalu berada di garda terdepan dalam mengusir penjajah.
Heroisme dalam Perang Sabil Ambarawa
Sejarah yang kita kenal sekarang dengan sebutan Palagan Ambarawa, pada awalnya dikenal dengan sebutan Perang Sabil Ambarawa. Sebutan ini didasarkan pada sejarah bahwa para pelaku sejarah yang berjihad di Ambarawa adalah para Mujahidin yang dikomando para Kyai-kyai dan santri-santrinya dari berbagai wilayah terutama Jawa Barat, Jawa Tengan dan Yogyakarta.
Peperangan ini terjadi pada tanggal 10 Muharram 1365H/14 Desember 1945. Pertempuran ini dimotori oleh pasukan Hisbullah yang dipimpin oleh Kyai Moechlis dari Cilacap. Pertempuran ini dimenangkan dengan gemilah para para Mujahidin. Waktu pertempuran 10 Muharram mengingatkan kita pada kemenangan Nabi Musa AS atas bala tentara Fir'aun yang ditenggelamkan oleh Allah di Laut Merah yang juga terjadi 10 Muharram, yang kita syukuri dengan Puasa Asyuro.
Perang Sabil Ambarawa didahului beberapa pertempuran diantaranya:
Diberitakan oleh kedaulatan rakyat, 1-12-1945, Sabtu Pahing, 26 Besar-Ehe 1876, bahwa peran Kyai dalam penyerbuan Kota Ambarawa antara lain :
“Hari ini 40 Kyai di Beringin dan sekitarnya turut melakukan penyerbuan di kota Ambarawa masing-masing kyai diikuti muridnya 15 atau 20 orang. Mereka bersenjata granat tangan, granat pembakar dinamit dan tidak lupa tombak bambu.”
Pertempuran awal di Biru Ambarawa diberitakan oleh Kedaulatan Rakyat, 5-12-1945, Rebo Legi, 30 Besar-Ehe 1876 :
Penyerangan umum dilakukan dari segala penjuru. Kini penyerbuan kita tersusun dari lima lapisan. Barisan Hizbullah yang ditempatkan berjuang di garis terdepan menyerukan Perang Sabil dalam penyerbuan. Dibarengi dengan seruan Takbir Allahu Akbar, sehingga si’ar Perang Sabil mendengung di angkasa. Penyerbuan pasukan kita yang menuju Banyubiru berhasil menjatuhkan benteng-benteng musuh di sana. Musuh melarikan diri ke jurusan Ambarawa.
Di Harian Kedaulatan Rakyat, 6-12-1945, Kamis Pahing, 1 Sura-Djimawal 1877 diberitakan :
Hari ini peringatan hari 1 Sura 1877/1365.
Sang merah putih berkibar di atas Benteng Willem I dengan didahului oleh Kyai Komar dari Beringin, penyerbuan habis-habisan dijalankan dengan keberanian luar biasa. Pasukan-pasukan inilah yang mengalahkan musuh di Banyubiru sehingga benteng Banyubiru yang bersejarah itu dapat kita rebut dari kekuasaan musuh.
Jatuhnya Ambarawa diberitakan sebagai berikut :
Hari Selasa tanggal 11-12 malam hari, markas gabungan kita telah mengambil kepastian untuk melakukan serangan penghabisan pada seluruh kedudukan musuh di kota Ambarawa.
Pasukan Haji Mukhlis dari Cilacap dengan 60 anggota laskarnya, malam itu juga mulai bergerak dari bukit Pasekan sebelah utara gereja besar. Pasukan ini terus mengadakan gerakan ke arah selatan. Hingga hari Jumat tanggal 14 jam 1 tengah malam pasukan ini masuk kota Ambarawa. Mengadakan gerakan teratur merebut tempat-tempat yang penting. Akhirnya setelah mengadakan serangan hebat, stasiun dapat direbut oleh pasukan pasukan ini. Dengan masuknya pasukan tersebut menduduki dua benteng pertahanan musuh yang terpenting, terbukalah semua kunci kota Ambarawa dari segala penjuru.
Dampak selanjutnya tentang hasil penyerbuan di atas:
Musuh mengundurkan diri dari Ambarawa keliatan sangat bergesa-gesa. Banyak alat-alat kelengkapan perang yang ditinggalkan. Pasukan Haji Mukhlis dapat merebut dua meriam dan berpuluh bedil.
Kedaulatan Rakyat, 19-12-1945, Rebo Kliwon, 14 Sura-Djimawal 1877, memberitakan peran aktif para Kyai dalam perebutan Benteng Djati Ngaleh Semarang dan Alastua, antara lain disebutkan :
Semarang terkepung dari tiga jurusan.
Kekejaman musuh tidak ada taranya
Kemarin tengah malam laskar pasukan kita yang menyerbu ke kota Semarang telah mengadakan serangan umum pada benteng pertahanan musuh di Jatingaleh dengan didahului oleh pasukan Kyai yang menjadi barisan penyerbu dari arah selatan. Dengan cepat musuh dapat dipukul mundur dan dengan ini pula benteng Jatingaleh kita duduki seluruhnya.
Dari rangkaian peristiwa sejarah itu dapat kita simpulkan bahwa Mujahidin selalu berada di garda terdepan dalam mengusir penjajah.
9/30/2013
Adalah kami.....
Amal kami mungkin belum cukup
untuk disebut Ahlussunah, tetapi kami berkomitmen menuju kesana. Kami mungkin belum
terpilih sebagai thoifah manshurah, tetapi kami ingin meraihnya, dan atas
segala kekurangan kami, kami belum layak menjadi firqotun najiyah, tapi kami
mendambakannya.
Adalah tidak layak bagi
kami untuk mengatakan, kami ahlussunah dan kalian ahlul bid’ah, tapi kami
menasehatkan kepada siapapun untuk tidak terjerumus ke dalam bid’ah dan
nasehatilah kami agar tidak terjerumus kedalamnya. Karena hak seorang muslim
adalah mendapatkan nasehat. Dan kewajiban seorang muslim memberikan nasehat.
Adalah tidak layak bagi
kami mengatakan, kami adalah kelompok yang mendapat pertolongan dari Allah, dan
kalian adalah golongan yang dicelakai oleh Allah, karena Allah-lah yang berhak
memilih siapa dari hamba-Nya yang layak mendapat pertolongan-Nya. Karena kami
belumlah teguh dalam berjihad dan belumlah kuat menggenggam kesabaran. Maka
sokonglah kami dalam jihad dan sabar, dan kami dukung kalian dalam jihad dan
sabar.
Adalah tidak layak bagi
kami mengatakan kami golongan yang selamat dan kalian adalah golongan yang
terlaknat. Karena itu adalah impian yang coba kami raih dengan jalan terjal,
maka tegurlah kami agar tidak melenceng darinya dan kami pun berkewajiban
menegur kalian jika berpaling darinya.
Sesungguhnya bukanlah
klaim kalimat: Ahlussunah, thoifah mansurah, dan firqotun najiyah…. Tapi sebuah
cita-cita dan usaha. Tiada seorangpun kecuali orang yang sombong merasa telah
memilikinya, merasa telah berada di dalamnya, dan merasa selamat dari jalan
yang keliru dari padanya.
Ahlussunah, thoifah
manshurah, firqotun najiyah adalah cita-cita bersama yang harus ditempuh dengan
jihad dan sabar, menyayangi sesama muslim dengan nasehat, dan bahagia saat
mendapat nasehat.
9/27/2013
Eksplorasi Makro Foto
Ada banyak tehnik dalam fotografi, salah satunya adalah Fotografi makro, menurut wikipedia Fotografi makro adalah fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik seperti mikroskop. Fotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1 yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya atau bahkan lebih besar dari pada aslinya.
Keberhasilan foto makro yang utama adalah pada kemampuan lensa mengclose up obyek seoptimal mungkin tanpa kehilangan fokus.
Nah sayangnya lensa kamera yang sanggup melakukannya masih terbatas pada kamera dengan harga mahal, plus lensa tambahan yang tidak murah pula. Alhasil untuk berkreasi fotografi dengan teknik makro perlu kocek tebal.
Namun sesungguhnya jika kita cukup kreatif kita bisa me-rekayasa kamera biasa, ya sejenis kamera pocket, atau bahkan kamera dari telepon genggam untuk berkreasi dengan tehnik ini. Kuncinya bagaimana merekayasa lensa agar mampu mengclose up obyek dengan fokus yang baik.
Saya punya pengalaman unik untuk berbagi, yaitu karena saya kebetulan tidak punya kamera yang sanggup untuk membuat foto makro akhirnya saya berfikir, bagaimana memberikan lensa tambahan dari bahan yang murah untuk memendekan fokus obyek.
Suatu ketika saya jalan-jalan di pasar "klitikan" di daerah bantul, saat itu mata saya tertumbuk pada tabung mungil yang pada lubang kedua sisinya terdapat lensa. Saya kenal benda itu, tapi saya lupa..... wow ternyata itu lensa mikroskop analog. Akhirnya tabung lensa itu saya beli dengan harga 5000perak, murah bukan? Sampai dirumah saya bongkar lensanya dan isesng-iseng saya tempelkan pada lensa kamera HP, hasilnya, wow.... fokus kamera meningkat drastis, kalo kamera pocket biasanya optical zoom maksimal 5x lah. Pake lensa ini jauh diatasnya. Ingin tahu hasilnya, nih saya bagi buat saudara-saudara.
| SEMUT, Kamera saku plus lensa bekas mikroskop |
| LUKA LAMA, Kamera saku plus lensa bekas mikroskop |
| Bunga Sirsak, Kamera saku + lensa mikroskop |
| Gantungan Kunci |
| SIAP MEKAR |
![]() |
| RUMPUT LAUT, kamera ndroid (3mp) |
![]() |
| TUMBUHAN KARANG, kamera ndroid (3mp) |
![]() |
| BIOTA PANTAI SELATAN, kamera ndroid (3mp) |
![]() |
| SIPUT LAUT, kamera ndroid (3mp) |
![]() |
| BULU BABI, kamera ndroid (3mp) |
| BUNGA PERDU, POCKET KAMERA |
| BUNGA PERDU 2, POCKET KAMERA |
| BUNGA PERDU 3, POCKET KAMERA |
| BUNGA PERDU 4, POCKET KAMERA |
| BUNGA PERDU 5, POCKET KAMERA |
| BUNGA PERDU 6, POCKET KAMERA |
9/26/2013
Di Pantai Watulawang
Akhrinya sampailah kami pada sebuah pantai yang banyak dihiasi pohon pandan, lengkap dengan buahnya yang merah. Tapi buah ini rasanya tak seindah ujudnya, karena memang bukan untuk dimakan.
Pantai Watulawang terletak di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya di sebelah Timur Pantai Pulang Sawal (Indrayanti) dan di sebelah Barat obyek wisata pantai Gunungkidul yang lain, yaitu Pantai Pok Tunggal. Koordinat GPS: S8°9'14" E110°37'6".
Akses kesini labih mudah ditempuh dari Pantai Pulang Sawal (indrayanti) dari pada Pok Tunggak, karena sudah ada jalan kecil.
Pintu masuk nampak seperti celah diantara karang.
Disebut Watu Lawang karena di pantai tersebut terdapat Gua Batu yang digunakan untuk upacara adat Nyadranan, dimana pintu gua itu hanya terbuka dan bisa dimasuki orang banyak pada saat upacara adat itu saja.
Pintu masuk nampak seperti celah diantara karang.
Disebut Watu Lawang karena di pantai tersebut terdapat Gua Batu yang digunakan untuk upacara adat Nyadranan, dimana pintu gua itu hanya terbuka dan bisa dimasuki orang banyak pada saat upacara adat itu saja.
Pantai ini masih sepi pengunjung, tapi lebih enak untuk cari wangsit, oh nggak, mencari ketenangan maksudnya. Cuma sayangnya, tempat ini sering disalahgunakan oleh pasangan pra nikah (wo.. memang mau nikah), untuk hm.. ya begitulah.
| Nah dari pantai ini terlihat gazebo-gazebo bertebaran, termasuk diatas bukit. |
| Ini namanya moncong brontosaurus. |
Ada tempat-tempat yang menarik di pantai ini, salah-satunya gua disisi barat pantai.
Di depan gua ada karang besar yang menghimpit mulut gua dan dinding bukit, menyisakan celah sempit tapi cukup untuk menjadi akses dilewati pengunjung yang cukup nyali. Celah itu membentuk jalan menanjak.

.
Nah diatasnya bukit karang meraksasa, tegar perkasa.
Disisi barat dibatasi bukit, meski sepi diatasnya ada beberapa rumah-rumah kayu menyediakan tempat menginap. Bahkan lebih kebarat ada beberapa penginapan dengan bangunan permanen. Wah, beberapa tahun lagi dipastikan tempat ini akan dihuni banyak manusia.
Merenungi semesta...
Asma Allah terpahat diantara dinding-dinding karang
Kuasa menjulang mengatasi bukit-bukit
Tersebut dalam deru debur ombak
| Lho.. guanya berpenghuni, dengan lantai berpasir putih, dan dinding karang berlumut. |
Di depan gua ada karang besar yang menghimpit mulut gua dan dinding bukit, menyisakan celah sempit tapi cukup untuk menjadi akses dilewati pengunjung yang cukup nyali. Celah itu membentuk jalan menanjak.
.
Nah diatasnya bukit karang meraksasa, tegar perkasa.
Disisi barat dibatasi bukit, meski sepi diatasnya ada beberapa rumah-rumah kayu menyediakan tempat menginap. Bahkan lebih kebarat ada beberapa penginapan dengan bangunan permanen. Wah, beberapa tahun lagi dipastikan tempat ini akan dihuni banyak manusia.
Merenungi semesta...
Asma Allah terpahat diantara dinding-dinding karang
Kuasa menjulang mengatasi bukit-bukit
Tersebut dalam deru debur ombak
Antara Pok tunggal dan Watulawang
Nah setelah menikmati keindahan Pantai Pok Tunggal, petualangan dilanjutkan, yaitu menyisir panggiran pantai kearah barat. Kami sempat bertanya kepada seorang Ibu, adakah jalan pantai dari Pok Tunggal ke barat. Menurut ibu itu, saat surut ada tetapi saat pasang agak susah, karena pantai langsung berbatas karang licin.
Ternyata memang betul, cukup sulit untuk menyusur tepat di pinggir pantai.
| Inilah pinggiran pantai dari Pok Tunggal kearah barat. Medanya berat, tapi kami lewati juga. |
TRIP: Pantai Pok Tunggal
Sesekali keluar dari rutinitas tidak salah kan? Hitung-hitung me-refresh kembali processor otak yang berjubel hiruk pikuk masalah kehidupan. Memory yang terlalu padat menampung cache dan informasi yang tak perlu, registry yang sudah usang plus virus-virus, alhasil otak semakin culun, lebay, dan cenat-cenut.
Nah, kalau belum sempat punya waktu keluar, ada baiknya ikutin trip kami berpetualang di sepanjang pantai selatan Yogya, tepatnya Gunung Kidul. Nah mungkin anda ngga asih lah kalau mendengar pantai PARIS, wow parang tritis maksudnya, Pantai Samas, Depok, Kulwaru, Glagah dan sebagainya... semua ditepian pantai Jogja tengah kebarat. Nah sementara Jogja ketimur banyak yang belum tahu... ada beberapa yang sudah cukup terkenal seperti Pantai mBaron, Kukup, Krakal, yang lagi booming Pantai Indrayanti (bukan Krisdayanti lho), semua termasuk wilayah Gunung Kidul. Ada karakteristik yang menarik di Pantai-panti gunung Kidul:
- Pantai Gunung Kidul berpasir putih, beda dengan Bantul dan Kulon Progo yang berpasir hitam.
- Pantai Gunung Kidul dikelilingi bukit karang, beda dengan Pantai Bantul dan KP yang dikelilingi bukit pasir hitam.
- Pantai Gunung Kidul airnya jernih dan transparan, pantai barat jogja berwarna biru kecoklatan.
- Tepi pantai bersih, pantai barat jogja biasanya penuh dengan sampah.
- Tepi pantai banyak ditemukan binatang karang dan biota laut, pantai barat banyak ditemukan serpihan kayu, sampah bahkan bangkai binatang.hihihi...
Nah petualang kami dimulai dari base camp dirumah Bapak Dukuh Soka di Pathuk, di pagi hari sambil berkemas-kemas sambil minum teh.
Nah, di gambar keliatan si Bos "Amirul Safar" lagi bikin mie instant buat ngganjal perut. Ma'lum si Bos berangkat ba'da subuh sampai Nyonyah belum sempet bikin sarapan.
Nah kru yang lain juga bernasib serupa, jadi setali tiga dolar lah ya.... maksudnya sama-sama lapar. Juga si Bos berkenan pula membikinkan kita mie instant jadi cocoklah, amir kan khodimul umat artinya tukang nyiapin bekal...lho??? Hihi....
Kita tinggal nunggu kru yang lain, termasuk juru antar hehe... yang akan mengantar kita ketempat START dari rute trip kita.
Kita diantar sampai jalan aspal, akses ke Pok Tunggal masih jalan tanah yang paving blok pada dua sisi untuk lewat kendaraan Kami memilih untuk berjalan kaki. Cukup banyak para pengunjung yang mau kesana.
Nih saya kasih contoh para pengunjungnya..... wajah bahagia penuh dosa.... hihi...Apalagi busnya, spanduknya aja sangar bunyinya. Wisata penuh ancaman..wow.
Saking sempitnya jalan, para pemandu harus bekerja keras mengatur arus mudik, arus pengunjung maksudnya... apalagi yang memakai bis-bis besar agar bisa bersimpangan dengan damai. Maksudnya nggak saling gesek, soalnya jalannya sempit.
Nah pagi pejalan kaki atau pengendara sepeda motor, wow bebas jalan sesukanya asal sopan dan santun. Hehehe..
Kono Pok Tunggal itu berasal dari sebuah pohon yang dijadikan icon tempat itu, yaitu sebatang pohon Duras yang tumbuh cantik di tepi pantai... nih pohonnya bro..
Cantik kan...?? Nah liat tuh tulisannya dilarang memanjat kecuali monyet, nah anda boleh milih, mau manjat apa kagak. Adil kan??
Indah kan? Makanya buruan kesana, keburu habis lho!!


Nah, itu jalan2 kami ke Pok Tunggal, nah tunggu ya, kami akan teruskan untuk menyusur pantai kearah barat. Targetnya sampe Baron, doakan biar nyampe....
Kita tinggal nunggu kru yang lain, termasuk juru antar hehe... yang akan mengantar kita ketempat START dari rute trip kita.
Pantai Pok Tunggal
Trip kali ini akan dimulai dari Pantai Pok Tunggal. Pukul 08.30 kita start dari Pathuk menuju kesana. Lokasi Pantai Pok Tunggal terletak di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, tepatnya di sebelah timur Pantai Watulawang dan di sebelah barat Pantai Ngetun, sekita 50 km dari kota wonosari atau 2 jam waktu tempuh dari Jogja. Koordinat GPS: S8°9'20" E110°37'17".Kita diantar sampai jalan aspal, akses ke Pok Tunggal masih jalan tanah yang paving blok pada dua sisi untuk lewat kendaraan Kami memilih untuk berjalan kaki. Cukup banyak para pengunjung yang mau kesana.
Nih saya kasih contoh para pengunjungnya..... wajah bahagia penuh dosa.... hihi...Apalagi busnya, spanduknya aja sangar bunyinya. Wisata penuh ancaman..wow.
Saking sempitnya jalan, para pemandu harus bekerja keras mengatur arus mudik, arus pengunjung maksudnya... apalagi yang memakai bis-bis besar agar bisa bersimpangan dengan damai. Maksudnya nggak saling gesek, soalnya jalannya sempit.
Nah pagi pejalan kaki atau pengendara sepeda motor, wow bebas jalan sesukanya asal sopan dan santun. Hehehe..
Kono Pok Tunggal itu berasal dari sebuah pohon yang dijadikan icon tempat itu, yaitu sebatang pohon Duras yang tumbuh cantik di tepi pantai... nih pohonnya bro..
Cantik kan...?? Nah liat tuh tulisannya dilarang memanjat kecuali monyet, nah anda boleh milih, mau manjat apa kagak. Adil kan??
Indah kan? Makanya buruan kesana, keburu habis lho!!
Nah, itu jalan2 kami ke Pok Tunggal, nah tunggu ya, kami akan teruskan untuk menyusur pantai kearah barat. Targetnya sampe Baron, doakan biar nyampe....
Subscribe to:
Posts (Atom)
“Islam sebagai Fondasi Kebangkitan Nasional”
Khutbah Jum’at “Islam sebagai Fondasi Kebangkitan Nasional” KHUTBAH PERTAMA Mukadimah إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَ...
-
Mengetahui perkiraan berat daging sapi sangat penting, terutama saat hendak membeli, menjual, atau mempersiapkan hewan kurban. Berikut ini a...
-
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, perdebatan klasik kembali mengemuka: apakah umat Islam wajib mengikuti keputusan pemerintah dalam penetap...
-
“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar).” (HR. Buk...





