Berbagai informasi mengenai dunia IT, dunia duni Islam dan informasi bisnis berbagai macam produk.
3/16/2022
Tafsir Al-Fatihah
11/14/2021
Doa agar dagangan laris dan berkah
Allohumma innii as-asluka tarzuqoni rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghairi ta’abin wala masyaqqatin walaa dloirin walaa nashabin innaka a-laa kulli syai-iin qodiir.
Artinya: Ya Allah aku minta pada Engkau akan pemberian rizki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.
Doa ini bisa dibacakan sesudah selesai salat 5 waktu, salat hajat dan tahajud dengan niat ikhlas sebagai ikhtiar di dalam mencari rizki halal di jalan Allah.
Selanjutnya
Allahumma inni as’aluka, ‘ilman nafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa a’malan mutaqobalan.
Artinya: Ya Allah aku mohon kepadamu, berikanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima di sisimu.
Doa ini dibaca saat membuka usaha dagang di pagi hari dan tidak hanya memohon supaya dagangan bisa laris dan banyak pembeli akan tetapi juga dijadikan permohonan rezeki yang diperoleh supaya bisa menjadi berkah untuk kehidupan orang yang dinafkahi.
Selain doa agar dagangan laris pada saat memulai usaha dagang sebaiknya juga berdoa sbb:
“Al-Hamdu Lillaahil Ladzii Rozaqonii Haadza Min Ghairi Haulin Minnii Wa Laa Quwwatin, Alloohumma Baarik Fiihi.”
Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberi rizqi kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku, ya Allah semoga Engkau berkahi pada rizqiku.”
Bisa juga:
“Bismil ‘llaahi tawakkaltu ‘ala ‘llaahi. Bismi ‘llaahi ‘lladzi laayadhurru ma ‘asmihii syaium fil ‘lardi walaa fi ‘ssamaa-I wahuwa ‘ssami’u’l ‘allim.”
Artinya, “Dengan nama Allah, Aku menyerah kepada Allah. Dengan Nama Allah Yang tidak Melarat serta namaNya suatu juapun yang di bumi dan pula yang di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
atau bisa juga:
Bacalah Ta’awud (A’udzubillahi minassyaithoonir-rojiim) sebanyak 1 kali
Bacalah Basmalah sebanyak 1 kali
Bacalah Ayat Kursi sebanyak 1 kali
Bacalah Surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali
Bacalah Surat Al-Falaq sebanyak 1 kali, lalu dilanjutkan dengan membaca surat An-Naas sebanyak 1 kali
Demikianlah amalan doa agar dagangan laris dan juga berkah.
11/13/2021
KEKHALIFAHAN ADALAH IDEOLOGI GLOBAL
•KHILAFAH ADALAH IDEOLOGI GLOBAL
___________________________________________
.
.
Islam adalah ajaran Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu lagi Maha Bijaksana, yang disampaikan kepada manusia melalui para Nabi utusan-Nya sejak manusia pertama yakni nabi Adam AS yang dinyatakan sebagai Khalifah di permukaan bumi ini, untuk ditaati /dipraktekkan ajaran-Nya (Islam) dalam kehidupan dunia demi keselamatan hidup dunia dan akhirat. Sebenarnya ajaran ini terlebih dahulu telah ditawarkan pada langit, bumi dan gunung-gunung namun mereka menolak untuk menerimya karena khawatir akan mengkhianatinya (tidak mampu mempertanggung jawabkannya), hanya manusia sebagai Khalifah itulah yang siap menerima amanat tersebut.
Allah SUBAHANAHU WATA’ALA berfirman,
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh”. (QS. Al-Ahzab (33) : 72).
Dalam masa yang sangat panjang, anak cucu Khalifah Adam AS itu, silih berganti dipilih oleh Allah untuk menerima wahyu-Nya, kemudian disampaikan kepada anak cucu Khalifah Adam AS tersebut yang hidup di zaman Nabinya masing-masing. Maka sempurnalah ajaran Allah setelah sampai pada giliran Nabi yang terakhir yaitu Nabi Muhammad SHALLAHU ALAIHI WASALAM.
Setelah ajaran ini dinyatakan sempurna oleh Allah maka tidak lagi diperlukan seorang Nabi untuk menerima wahyu lanjutan dan berakhirlah penunjukan seorang Nabi sebagai pemimpin orang-orang yang beriman dalam mempraktekkan ajaran Islam, maka risalah Nabi terakhir pun dinyatakan sebagai rahmatan lil alamin dan bagi seluruh ummat manusia di muka bumi ini. Sepanjang kepemimpinan orang-orang beriman adalah Nabi, maka sistem kehidupan mereka dalam mempraktekkan ajaran Islam disebut sistem kenabian (An Nubuwah).
Namun setelah sistem kenabian berakhir, pertanyaannya, siapakan yang melanjutkan kepemimpinan bagi keseluruhan kaum muslimin diantara anak cucu Khalifah Adam AS itu? Tentu tidaklah tepat bila diambil-alih oleh para jin dan tidak pula cocok jika diwakilkan kepada para malaikat, maka yang sangat rasionil dan paling tepat bila kepemimpinan yang dimaksud diserahkan kembali kepada anak cucu Khalifah Adam itu sendiri, yakni dipimpin oleh seorang Khalifah dalam sistem KeKhalifahan bukan dalam sistem-sistem kehidupan lainnya (demokrasi, komunisme, nasionalisme, dan lain-lain).
Rasulullah SHALLAHU ALAIHI WASALAM bersabda, “Dulu Bani Israil diurus oleh para nabi, setiap kali seorang nabi wafat, maka ia digantikan oleh nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudah aku. Yang akan ada adalah para Khalifah dan mereka banyak. ”Para Sahabat bertanya, “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi bersabda, “Penuhilah baiat yang pertama. Yang pertama saja. Berikanlah kepada mereka hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang diminta agar mereka mengurusnya”. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan Ibn Majah).
Data sejarah pun jelas tak terbantahkan bahwa pelanjut kepemimpinan Nubuwah itu adalah Kekhalifahan. Itulah sebabnya para Mulkan setelah Al-Khulafa’u Rosyidin pun menyatakan diri mereka sebagai Khalifah juga, karena mereka paham betul tanpa ragu bahwa ulil amri mingkum yang dimaksud didalam QS. An-Nisa’ : 59, tidak lain adalah seorang Khalifah sampai berakhirnya Kekhalifahan Utsmani di Turki pada Tahun 1924 M di zaman Khalifah Abdul Hamid II (tahun 1340-1342H/1922-1924M), dan berakhir pulalah kekuasaan Islam di muka bumi ini.
Ternyata tanpa sistem Kekhalifahan maka kehidupan global ummat Islam dibawah satu kepemimpinan (ulil amri mingkum) tidak mungkin dapat diwujudkan dan selamanya tetap dalam perpecahan melalui firqah-firqah hasil karya manusia yang tidak pernah dianjurkan oleh Rasulullah SHALLAHU ALAIHI WASALAM dan tidak pernah pula dipraktekan oleh para sahabat sebagai wujud keutuhan kesatuan bagi keseluruhan kaum muslimin di permukaan bumi ini yang berkepanjangan walaupun perpecahan itu adalah dikutuk Allah tanpa khilaf Ulama’.
Jika Allah dan Rasul-Nya mewajibkan bersatu dan mengharamkan perpecahan, apakah mungkin tanpa kepemimpinan yang satu? Hilangnya kesatuan global ummat Islam berarti hancurnya pelaksanaan syariat Islam secara kaffah yang diperintahkan (QS. Al-Baqarah : 208), dan hilangnya wibawa kaum muslimin dalam kehidupan, dan ummat Islam hanya sibuk dengan kebanggaan golongan masing-masing, yang pada puncaknya Islam hanya berlaku sesuai selera pribadi ataupun golongannya. Sebagai mana disinyalir dalam Al-Quran, “Kullu Hizbim Bima Ladaihin Farihun”, artinnya “Setiap golongan masing-masing membanggakan golongannya”.
Dapatlah disimpulkan bahwa untuk mengembalikkan Izzatul Islam wal Muslimin demi kejayaan ummat Islam dalam rahmat dan ridha Allah tidak terdapat jalan lain sebagai solusi kecuali kaum muslimin menyadari kembali bahwa hanya dengan sistem Kekhalifahan bagi kaum Muslimin (Khilafatul Muslimin), yakni Khilafah sebagai pelanjut An-Nubuwwah merupakan persyaratan untuk dapat ditegakkan syariat Islam sesempurna mungkin. Kekhalifahan adalah ideologi global ummat Islam se-dunia. Wallahu a’lam
4/21/2021
Sang Raja dan Menterinya
Pada suatu hari ada seorang raja besar yang tinggal di kerajaannya dan dia ditemani oleh seorang menteri yang tidak akan pernah meninggalkannya, dan menteri ini dikenal karena kesalehan dan kebijaksanaannya. Dia selalu bertawakal kepada Allah 'Azza wa Jalla dalam semua urusannya. Dia selalu berkata “Semuanya baik, Insya Allah” di semua tempat dan kondisi. Raja selalu kagum pada kalimat ini dan kesabaran menteri yang luar biasa.
Suatu hari, salah satu jari raja terluka, dan darah yang mengalir deras keluar dari tangannya, dan ketika menteri melihatnya, dia berkata kepadanya kalimat yang biasa ia ucapkan: "Semuanya baik, Insya Allah." Mendengar ucapan itu marahlah Sang Raja kepada menterinya dan berkata kepadanya, "Apanya yang baik sekarang! Lihat darah yang keluar diantara jariku!" Maka raja memerintahkan agar Sang menteri dipenjara, dia meragukan kesetiaannya. Namun apa tidak ada yang diucccapkan Sang menteri, kecuali yang dia jawab, seperti biasa: "Semuanya baik, Insya Allah"!
Dan seperti kebiasaan raja, setiap hari Jumat, dia pergi jalan-jalan sebentar ke hutan dekat istananya, setelah dia lelah berjalan di antara pepohonan, raja beristirahat di bawah naungan pohon besar, dan tiba-tiba raja menjumpai para penyembah berhala, dan hari ini adalah hari raya bagi berhala ini, karena kemalangan raja. Mereka berkumpul di sekitar raja dan memutuskan untuk mempersembahkan raja sebagai kurban kepada berhala mereka, tetapi ketika mereka mengetahui bahwa jarinya terpotong, mereka mengatakan bahwa ini adalah cacat dalam dirinya dan oleh karena itu tidak dapat dikorbanan kepada sesembahan mereka dan mereka membebaskannya. Baru setelah itu raja mengetahui arti dari ungkapan menterinya: "Semuanya baik, Insya Allah." Jika bukan karena jari yang putus ini, tentu raja akan celaka. Raja bergegas menemui menteri dan meminta maaf kepadanya, dan Raja bertanya kepadanya. "Aku mendengar kamu mengucapkan kata-katamu ketika Engkau akan masuk penjara, lalu apa kebaikan yang Engkau dapatkan di penjara yang menjengkelkan yang suram itu?!" Tanggapan menteri yang cerdas: "Saya adalah menteri Anda, tuan, dan selalu dengan Anda, dan jika saya tidak masuk penjara, saya akan bersama Anda di hutan, dan orang-orang ini akan mempersembahkan saya kepada berhala sebagai persembahan karena, dan itulah mengapa memasuki penjara pada hari itu lebih baik bagiku!"
4/15/2021
4/09/2021
Makna Al-Fatihah dalam Macapat
Kanthi nyebut ing asmane gusti
Gusti Allah ingkang moho mirah
Maha asih sejatine
Puja lan puji iku
Amung Allah ingkang ndarbeni
Gustine jagat raya
Ya alam sawegung
Maha welas asih cetha
Kang ngratoni dinaning agama yekti
Kukuding alam ndonya
Amung kunjuk mring paduka Gusti
Hamba nyembah saha kumawula
Angrerepa dhepe dhepe
Hamba nyuwun pitulung
Tinedahna margi kang yekti
Margine tiyang kathah
Ingkang bagya tuhu
Paduka Paringi nikmat
Sanes margi Bebendu lan sasar sami
Amin tutuping donga...
4/07/2021
Kecerdasan Imam Al-baqilani
Kecerdasan Imam Al Baqilani
Diterjemahkan oleh: $AF (pengasuh #ppm #alfatih)
Imam Abu Bakar Al Baqilani yang terkenal sebagai ahli debat pernah berjumpa dengan seorang pendeta Nasrani.
Tiba-tiba pendeta tersebut berkata; "Kalian, kaum muslimin mengidap penyakit fanatisme"
Imam Al Baqilani bertanya; "Apa maksud anda?"
Pendeta tersebut menjawab; "Kalian membolehkan pernikahan dengan wanita ahli kitab (Yahudi/Nasrani), namun kalian melarang kami menikahi anak-anak gadis kalian".
Lalu imam Abu Bakar Al Baqilani menjawab: "Kami boleh menikahi wanita Yahudi karena kami beriman kepada Musa As dan kami diperbolehkan menikahi wanita Nasrani karena kami beriman dengan Isa As. Jika kalian mau beriman dengan Nabi Muhammad Saw, pasti kami nikahkan kalian dengan putri-putri kami"
Maka terbungkamlah mulut pendeta kafir tersebut.
Sebagai ulama terkemuka, Imam Abu Bakar Al Baqilani juga pernah diutus oleh penguasa Iraq untuk berdebat dengan orang-orang Nasrani di Kostantinopel pada tahun 371 H
Saat mendengar kedatangan Imam Abu Bakar Al Baqilani, penguasa Romawi memerintahkan para pembantunya untuk merendahkan tinggi pintu istana. Hal ini dilakukan agar Imam Abu Bakar Al Baqilani terpaksa membungkuk kan badan saat memasuki istana Romawi tersebut.
Tatkala Al Baqilani sampai di depan istana beliau mengetahui siasat licik tersebut, maka beliau membalikkan badan lalu berjalan sambil membungkuk dengan posisi membelakangi raja. Beliau menghadapkan pantatnya terlebih dahulu kepada sang raja daripada wajahnya.
Saat itulah, raja Romawi tahu siapa yang sedang dia hadapi?
Saat beliau memasuki ruangan istana itu, beliau mulai menanyakan kabar para pendeta tersebut dan keluarganya; "Bagaimana kabar kalian dan keluarga serta anak-anak kalian?"
Mendengar hal itu, maka murka-lah sang raja: "Bukankah anda tahu kalau pendeta-pendeta kami tidak menikah dan tidak memiliki anak?"
Lalu Abu Bakar berkata; "Allahu Akbar! Kalian mensucikan para pendeta kalian dari pernikahan dan keturunan lalu kalian menuduh Tuhan kalian menikah dan melahirkan Isa???"
Mendengar jawaban ini, sang raja makin murka lalu ia berkata: "Lalu bagaimana pendapat mu terkait Aisyah (tuduhan selingkuh yang pernah menimpa Aisyah Ra)?
Abu Bakar Al Baqilani menjawab: "Jika Aisyah Ra pernah dituduh berzina (oleh kaum munafik) maka Maryam pun pernah dituduh (oleh kaum Yahudi) padahal keduanya adalah wanita yang suci. Bedanya; Aisyah menikah dan tidak dikaruniai anak sedangkan Maryam tidak menikah tapi dikaruniai anak. Menurut kalian; siapa yang lebih layak dituduh (meskipun keduanya jelas-jelas wanita yang suci)?
Makin gila lah sang raja mendengar jawaban abu bakar rahimahullah tersebut.
Raja Romawi tersebut kembali bertanya; "Apakah Nabi kalian berperang?"
Abu bakar menjawab:"Iya"
Raja kembali bertanya: "Apakah ia menang?"
Abu bakar menjawab: "iya"
Sang raja bertanya kembali: "apakah Nabi kalian pernah kalah (perang)?"
Abu bakar menjawab: "iya"
Raja berkata: "Aneh, Nabi kok kalah perang!!!?"
Abu bakar menjawab; "Tahukah Anda, ada yang lebih aneh daripada itu; bagaimana bisa tuhan mati di tiang salib?"
Maka terbungkamlah mulut orang kafir tersebut!!
ุชุงุฑูุฎ ุจุบุฏุงุฏ (ูฃูงูฉ/ูฅ)
ููุฎุทูุจ ุงูุจุบุฏุงุฏู
Referensi: Tarikh Baghdad (5/379) karya Al Khatib Al Baghdadi
Hikmah yang bisa dipetik:
(1). Dulu para ulama sibuk berdebat untuk meluruskan kesesatan orang kafir, sedangkan saat ini sebagian ulama sibuk memuji dan mencari titik-titik kompromi dengan orang kafir
(2). Agama ini harus dipikul oleh orang-orang yang cerdas agar wibawanya terjaga. Oleh sebab itu siapa saja diantara kita yang memiliki putra/putri yang cerdas, jangan semua diarahkan untuk jadi dokter atau arsitek. Harus ada yang disekolahkan agar menjadi ulama, penjaga akidah umat.
Wallahu a'lam...
“Islam sebagai Fondasi Kebangkitan Nasional”
Khutbah Jum’at “Islam sebagai Fondasi Kebangkitan Nasional” KHUTBAH PERTAMA Mukadimah ุฅَِّู ุงْูุญَู ْุฏَ َِِّููู، َูุญْู َุฏُُู َู...
-
Mengetahui perkiraan berat daging sapi sangat penting, terutama saat hendak membeli, menjual, atau mempersiapkan hewan kurban. Berikut ini a...
-
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, perdebatan klasik kembali mengemuka: apakah umat Islam wajib mengikuti keputusan pemerintah dalam penetap...
-
“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar).” (HR. Buk...